Senin, 31 Mei 2010

NASIONALISME MAHASISWA

Di kampus-kampus, beragam pemikiran berkembang. Ada pemikiran yang sesuai dengan fikrah Islamiyah, ada pula yang tidak. Di sanalah tempat para generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin dan memimpin negara ini. Membawa negara ini dengan seperangkat peraturan hidup. Apakah peraturan hidup itu berbentuk sistem kehidupan kapitalisme, sosialisme, ataukah sistem kehidupan Islam, semuanya bergantung dari masifnya pergolakan pemikiran yang dilakukan oleh mahasiswa di kampus-kampus.

Mahasiswa di kampus tidak hanya dididik didalam sebuah institusi pendidikan yang dikurikulumkan saja, tetapi juga dididik oleh lingkungan kampus yang bercorak dan beragam pemikiran. Ada pemikiran yang memberi petunjuk, ada pula pemikiran yang menyesatkan. Ada pemikiran yang menggugah untuk membela syariah Allah, ada pula pemikiran yang menggugah untuk menentang syariah Allah. Kesemuaanya lengkap ada di dunia kampus. Dunia intelektual yang akan membawa misi ideologi untuk mengatur kehidupan manusia.

Di Perguruan Tinggilah para pemimpin negara ini dibentuk. Penguasa yang saat ini menjadi pemimpin umat dipengaruhi oleh cara berfikirnya saat menjadi mahasiswa. Beberapa fakta yang mendukung hal ini ialah ketika beberapa perguruan tinggi di negara kita berkiblat kepada Barat, ketika pelatihan-pelatihan leadership mengadopsi kepemimpinan model Barat, ketika penyelesaian kasus-kasus kenegaraan melihat cara berdemokrasinya Barat, dan contoh-contoh lainnya yang sangat melimpah. Fakta-fakta tersebut sudah membuktikan bahwa cara berfikir pemimpin negara ini belum menyentuh cara berfikir secara Islam. Mereka belum percaya diri untuk mencontoh metode syariah dalam mengatur hal pendidikan, leadership, kenegaraan dan lain sebagainya. Mereka belum mau menyentuh metode tersebut karena memang sejak dini mereka didoktrin untuk menerapkan paham sekularisme yang memisahkan antara agama dan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.



Pergolakan pemikiran di kampus-kampus memerlukan penanganan yang serius. Pergolakan pemikiran tidak bisa dianggap sebelah mata, karena perguruan tinggilah yang mencetak para pemimpin negara ini. Adanya mahasiswa pejuang demokrasi, mahasiswa nasionalis, mahasiswa sosialis, mahasiswa liberalis, semuanya terjadi karena negara membiarkan semua ideologi asing masuk ke tengah-tengah umat. Demokrasi dipelajari di sekolah-sekolah menengah, sehingga ketika mereka menjadi mahasiswa, dan bertemu dengan komunitas yang memperjuangkan demokrasi, tidak sedikit mereka yang tanpa pikir panjang bergabung dengan komunitas tersebut. Malasnya sebagian mahasiswa baru untuk mempelajari ideologi, mana ideologi yang menyesatkan dan mana ideologi yang menyelamatkan, menjadikan ideologi kufur yang mereka telan mentah-mentah di bangku-bangku sekolah untuk diperjuangkan olehnya. Yang menyedihkan adalah ketika mahasiswa yang ikut memperjuangkan pemikiran asing ini adalah mahasiswa yang mengaku dirinya sebagai mahasiswa Islam.

Mahasiswa sebagai kaum intelektual semestinya memahami apakah ilmu-ilmu umum yang diterima di sekolah menengah sesuai dengan Islam ataukah tidak. Dari mana asalnya demokrasi, nasionalisme dan patriotisme, dan apa tujuannya haruslah dipahami olehnya. Sebagian dari mereka tidak menyadari ketika ideologi yang mereka perjuangkan adalah ideologi para penjajah yang siap mencengkeram umat Islam di negara ini. Ideologi yang pernah menghancurkan institusi Daulah Utsmaniyah tahun 1924. Namun kesadaran sebagian mahasiswa untuk menelusuri sejarah dan fakta akan ideologi penjajah tersebut sangat rendah. Mereka menelan mentah-mentah ideologi asing itu untuk mereka taati dan mereka perjuangkan. Mereka sudah menjadi korban dari racun yang dihembuskan Barat dengan doktrin-doktrin yang mereka terima sejak duduk di sekolah-sekolah umum. Sebagian mahasiswa sekarang tidak melihat bahwa ideologi yang ditawarkan kepada mereka berasal dari Barat yang telah merusak tatanan kehidupan dunia. Mereka tidak melihat bahwa ideologi yang ditawarkan kepada mereka adalah senjata untuk menghabisi syariah Islam. Mahasiswa pemalas itu tidak tahu atau mungkin pura-pura tidak tahu bahwa yang menawarkan ideologi itu saat ini masih berlumuran darah saudaranya yang dibunuh di Palestina, Afganistan, Irak dan negeri muslim lainnya. Akankah generasi muda umat ini akan terus dalam keadaan demikian?

Ketika sebuah ideologi asing diperjuangkan oleh mahasiswa nasionalis, dan mampu menjaring ribuan mahasiswa, apakah tidak mungkin ketika mahasiswa Islam yang memperjuangkan syariah menjaring bilyunan mahasiswa untuk menghabisi ideologi asing tersebut dan menegakkan opini syariah di tengah-tengah umat? Bukankah pertolongan Allah amat dekat?

Mahasiswa memiliki lembaga yang mampu menggiring opini seluruh mahasiswa di kampusnya masing-masing dengan barisan yang teroganisir dengan baik. Kekuatan lembaga dakwah kampus (LDK) harus mampu mengimbangi dan membendung arus ideologi asing yang akan memakan korban mahasiswa-mahasiswa di kampusnya, khususnya mahasiswa baru. LDK perlu mengadakan sosialisasi dan opini mengenai pentingnya syariah untuk mengatur kehidupan barmasyarakat dan bernegara. Para aktivis dakwah LDK tidak hanya berhenti pada aktivitas-aktivitas menebar opini publik, tetapi juga harus selalu terdepan dalam memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh lingkungan kampus maupun situasi politik kenegaraan, menantang dan siap untuk menerima tantangan intelektual dengan bekal argumen yang kuat terhadap lembaga yang di dalam perjuangannya hendak menghabisi syariah.

Setiap aktivis dakwah juga harus selalu terjaga tsaqafahnya agar tidak mudah digoncang, adanya integritas dan kesatuan antara kata dan perbuatan pada diri aktivis dakwah dan harus mampu menjadi teladan bagi mahasiswa lain. Pembinaan intensif LDK harus selalu terjaga dengan baik dan administrasi LDK harus tertata dengan rapi. Misi dakwah bukanlah misi main-main untuk sekedar mengisi waktu luang. Kesunggguhan dakwah dinilai dari perencanaan dan strategi dakwah yang matang. LDK atau bahkan individu sekalipun yang tidak memiliki strategi dakwah yang matang patut dipertanyakan kesungguhannya dalam berdakwah.

Aset lain yang mendukung mahasiswa untuk menjaring bilyunan mahasiswa untuk mendukung tegaknya syariah ialah aqidah Islam mahasiswa yang telah tertanam sejak dulu. Kekuatan aqidahlah aset berharga untuk mendobrak kesadaran akan konsekuensi iman, yakni penerimaan akan ide-ide syariah untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Aqidah yang ada pada sebagian besar mahasiswa di Indonesia adalah aqidah Islamiyah. Hanya saja aqidah tersebut sedang terjangkiti virus-virus penjajah yang telah lama bercokol didalam dirinya. Ketika aqidah sebagai pondasi dasar dari syariah mulai dimunculkan ke permukaan dan mampu membantah ideologi para penjajah secara cemerlang, maka para mahasiswa intelektual akan mudah sekali untuk menerima syariah dan pada akhirnya akan ikut bersama memperjuangkannya. Mereka akan dengan mudah menilai mana yang haq dan mana yang batil. Mereka juga akan menilai bahwa lelahnya mahasiswa pejuang syariah, sama dengan lelahnya mahasiswa pejuang pluralisme, pejuang demokrasi, pejuang HAM dan lain sebagainya.

Minggu, 02 Mei 2010

Jason Becker - Dewa gitar lumpuh yang bermental baja


Jason Becker adalah seorang anak ajaib yang mampu menguasai permainan gitar tingkat tinggi dgn sangat baik hanya dlm waktu yang singkat (4 tahun) dan di usia yang muda sekali: 16 tahun (1987).

Jason dapat dengan mudah menciptakan komposisi klasik yang sangat rumit (lebih rumit daripada karya Yngwie atau gitaris lainnya) dan memainkannya dengan sangat cepat dan bersih baik di electric guitar maupun gitar klasik (gitar bolong). Dari sekian banyak gitaris shredder, Jason Becker-lah yang terbaik dalam komposisi klasiknya.

Sayang sekali Tuhan tidak mengizinkan Jason bermain gitar lebih lama lagi, Jason harus kehilangan seluruh kemampuannya pada usia 19 tahun (1990) berhubung terjangkit penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis atau Lou Gehrig) yang menyebabkan Jason lumpuh total. Organ tubuh Jason mati tahun demi tahun, sampai kini Jason hanya sanggup menggerakkan matanya. Padahal beberapa tahun sebelumnya Jason masih mampu mengerakkan jari kirinya dan menulis lagu melalui komputer dan menghasilkan album “Perspective”.

Dengan keadaan yang tidak memungkinkan spt itu, bahkan rencananya Jason masih berniat menulis lagu lagi dengan bantuan teknologi Macintosh, di mana Jason dapat menggerakkan mouse komputer dengan gerakan matanya. Mungkin inilah sejarahnya di mana seorang gitaris dapat menulis lagu dengan gerakan matanya. Dapat Anda bayangkan betapa berbakatnya Jason dan betapa tingginya semangat Jason dalam menulis karya musiknya!

Dari awal karirnya sampai saat ini keluarga Jason bukanlah dari keluarga yang mampu, sehingga sang ayah harus melukis dan menjual karya lukisannya untuk menanggung biaya perawatan Jason. Bagi Anda yang gemar akan permainan Jason, dapat menyumbangkan dana di JasonBecker.com.

Sejak Jason kecil, ayahnya adalah seorang penggemar Bob Dylan yang sangat mempengaruhi musik Jason. Ayah Jason dan paman Jason juga seorang pemain gitar klasik yang baik, sehingga Jason menguasai permainan klasik Segovia. Jason selalu bermain musik klasik, Jason memiliki buku 24 Caprice Niccolo Paganini dan selalu menggunakannya sebagai latihan.

Jason menerima acoustic/electric guitar Takamine pertama dari ayahnya pada usia 12 tahun, tampil untuk sekolah dia dan sekolah lainnya. Pada usia 13 tahun, guru sekolah Jason sangat kagum dengan permainan dan bakat Jason, kemudian memintanya untuk mempimpin sebuah Jazz Ensemble.



Tepat pada usia 14 tahun Jason menghabis semua waktunya untuk berlatih dan meramu komposisi musik dia sendiri. Waktu itu Jason juga sempat belajar teknik arpeggio yang dalam dengan Dave Creamer.

Pada usia 16 tahun, permainan dan teknik Jason telah mencapai tingkat yang sangat tinggi. Akhirnya Jason mencoba mengirim demo rekaman 45 menitnya ke produser Mike Varney (bos Shrapnel Records. Jason memainkan 2 karya Niccolo Paganini (klasik) dan 2 lagu blues. Sebagian besar dari rekaman tersebut hanyalah improvisasi di chord yang sederhana, tetapi Jason memainkan teknik counterpoint dengan menggunakan volume gitarnya. Menurut Jason teknik ini adalah ide yang konyol, tetapi justru Mike Varney menganggap itu adalah ide yang cemerlang.

Tidak lama setelah Mike Varney menemukan Marty Friedman (slh satu gitaris legendaris) di bar, Jason disuruh menghubungi Marty. Akhirnya Jason datang ke rumah Marty di San Fransisco dan bermain (nge-jam) setiap harinya. Mereka sangat banyak memainkan blues dan selalu memainkan harmoni yang manyatukan musik mereka berdua. Marty & Jason saling belajar satu sama lainnya.

Pada tahun itu juga Marty Friedman dan Jason Becker membentuk group band pertama mereka: “Cacophony” yang mengegerkan dunia gitaris shredder.Anda dapat melihat betapa hebat kemampuan mereka memadukan kedua warna musik yang mereka miliki, Marty & Jason masih dapat saling mengiringi dan menjaga harmoni permainannya dalam kecepatan yang tinggi. Cacophony sendiri banyak membuat konser terutama di negara Jepang, Jason bahkan sempat mendemonstrasikan permainan dalam lagu “Eruption” (Van Halen) yang cukup sulit dengan menggunakan 1 tangan kiri dan tangan lainnya sambil memainkan yoyo!


Akhirnya Marty berhasil terpilih sebagai gitaris group band thrash yang bergengsi: “Megadeth” dan Jason sendiri berhasil terpilih sebagai gitaris “David Lee Roth” (ex-Van Halen) menggantikan posisi gitaris besar: Steve Vai dan Eddie Van Halen. Mulai sejak itu nama Marty & Jason menjadi besar, berbagai majalah gitar terkemuka di USA seperti Guitar World, Guitar Practising Musician, Guitar Player dan lainnya memuji kemampuan bermain mereka.

Jason semakin menjadi sorotan di dunia gitar dan mulai tour bersama group bandnya David Lee Roth. Pada saat berusia 19 tahun, Jason merekam lagu, tiba-tiba Jason merasakan tangan kanannya semakin melemah dan nyaris tidak dapat digerakkan. Akhirnya lagu blues ini dimainkan dengan whammy barnya tanpa menggunakan vibrato bending sama sekali.

Lemahnya tangan kanan Jason bahkan menyebabkan dia tidak dapat meneruskan tour bersama group bandnya David Lee Roth. Tidak disangkanya setelah dicheck, Jason terkena penyakit lumpuh ALS yang menyebabkan semua urat syaraf Jason berhenti berfungsi. Selama 6 tahun lebih Jason lumpuh sehingga tidak dapat memainkan gitarnya lagi, hanya jari kirinya yang dapat digerakkan. Jason tidak dapat berjalan, makan maupun berbicara.

Ternyata keajaiban Tuhan hadir, Jason yang sudah hampir lumpuh total tersebut berhasil menulis lagu berkat tangan kirinya yang masih dapat menggerakkan mouse komputer. Itu berarti Jason menulis lagu dengan pikirannya tanpa menyentuh gitar kesayangannya! Tak lama kemudian Jason mengeluarkan album solonya yang kedua berjudul “Perspective”. Berhubung Jason sendiri tidak dapat memainkan gitarnya di album “Perspective” ini, maka permainan gitar Jason diganti oleh gitaris country rock yang cukup terkenal bernama “Michael Lee Firkins” dibantu oleh teman-teman lainnya.

Walaupun pada album ini Jason hanya menulis dengan pikirannya bukan berarti hasil karyanya tidak berkualitas lagi. Anda bisa simak sendiri karya Jason yang sangat rumit di album ini dengan judul “Seranna” dan “End Of The Beginning”. Setiap lagunya mencerminkan semangat (innerfire) Jason Becker untuk hidup/sembuh kembali. Dengan tegasnya Jason menuliskan di cover album keduanya “Perspective”, bahwa penyakit ALS hanya dapat melumpuhkan organ tubuh dan suaranya tetapi tidak dapat melumpuhkan pikiran dan musiknya.

Tahun demi tahun telah berlalu, penyakit Jason semakin parah dan kini Jason hanya dapat menggerakkan bola matanya. Jason masih belum putus asa, ayah Jason memutuskan untuk menggunakan teknologi komputer Macintosh yang didesign khusus untuk orang cacat. Dengan menggunakan perangkat Macintosh ini, Jason dapat menggerakkan mouse komputer dengan gerakan matanya! Direncanakan album ketiganya akan ditulis dengan gerakan mata Jason.

Dapat Anda bayangkan betapa tingginya semangat Jason memperjuangkan musiknya. Banyak sekali gitaris terkenal seperti Eddie Van Halen, Marty Friedman, Paul Gilbert, Vinnie Moore, dll yang salut terhadap perjuangan Jason dan mengunjungi rumahnya. Akhirnya salah fans Jason mengajukan ide kepada Amy Becker (kakak ipar Jason) untuk membuat sebuah album tribute untuk Jason Becker. Ide ini ternyata berjalan dengan baik, keluarga Jason menghubungi perusahaan-perusahaan rekaman yang bersedia men-sponsorin rekaman ini dan gitaris-gitaris yang bersedia membantu project album tribute ini.

Dalam waktu 3 bulan, perusahaan rekaman “”Lion Music” menyetujuinya. Marty Friedman sebagai sahabat dan pasangan Jason dalam group band Cacophony menjadi gitaris pertama yang menyetujui ide album tribute ini.

Ternyata hasilnya di luar dugaan, artis-artis terkenal berikut ini bersedia membantu rekaman tribute ini secara sukarela: Eddie Van Halen, Marty Friedman, Paul Gilbert (ex-Mr.Big), Vinnie Moore, Kee Marcello (ex-Europe), Joe Lynn Turner (ex-Deep Purple), Neil Zaza, Anders Johansson (ex-Yngwie Malmsteen), Chris Poland (ex-Megadeth), Jeff Watson (ex-Night Ranger), Stephen Ross, James Byrd, Matt Bissonette, Mark Boals, Ron Thal, Joy Basu, Alex Masi, Lars Eric Mattsson, James Kottak, Ron Keel, Ted Poley, Stevie Salas, Jeff Pilson, ,Phantom Blue, dll.

Album tribute ini telah selesai dan akan diluncurkan pada hari ulang tahun Jason tgl 22 July 2001 ini.
Semua keuntungan yang diperoleh dari album tribute ini akan disumbangkan kepada keluarga Jason untuk biaya pengobatannya. Jason Becker memang sebuah legenda gitaris dan inspirasi murni untuk semua gitaris!

Jumat, 26 Maret 2010

Analisis dan perancangan sistem

Analisis Sistem
Tahap analisis sistem ini akan membahas mengenai permasalahan yang dihadapi, ruang lingkup masalah, penganalisaan terhadap data, analisa terhadap perangkat lunak, perangkat keras serta user yang akan menggunakan aplikasi ini, sehingga dapat mempermudah dalam melakukan perancangan dan implementasi aplikasi ini.

Analisis Masalah
Masalah yang dihadapi dalam membangun aplikasi ini adalah bagaimana aplikasi yang dibangun dapat memberi kemudahkan seseorang dalam melakukan komunikasi baik menggunakan SMS ataupun Email dimanapun dan kapanpun, dengan mudah dan biaya yang murah.

Ruang Lingkup Masalah
Ruang lingkup masalah yang dibahas dalam membangun aplikasi ini yaitu melakukan pelayanan pengiriman Email secara otomatis ke telepon seluler user dan pengiriman SMS secara otomatis ke alamat Email user.
Fitur-fitur utama aplikasi ini adalah sebagai berikut:
a. pembacaan SMS dari pengirim secara otomatis
b. pengubahan format SMS ke format Email secara otomatis
c. pengiriman Email secara otomatis ke-penerima
d. pembacaan Email dari server secara otomatis
e. mengubah format Email ke forfam SMS secara otomatis
f. pengiriman SMS ke user secara otomatis

Analisis Data
Data yang digunakan dalam membangun aplikasi “SMS to Email dan Email to SMS berbasis SMS gateway “ini adalah sebagai berikut:
a. Email (Electronic Mail)
Email atau Electronic Mail Merupakan Fasilitas Pengiriman Pesan melalui jaringan internet yang sangat populer, Adapun data yang diperlukan untuk melakukan pengiriman Email pada aplikasi ini adalah sebagai berikut:
1. Email address (Alamat Email yang digunakan untuk menerima maupun mengirim Email )
2. User name (id pengirim ataupun pengirim Email)
3. Password (Kata kunci yang gunakan dalam pengirim Email maupun pengiriman Email sesuai dengan id pengirim ataupun penerima)
b. SMS (Sort Message Service)
SMS atau Sort Message Services merupakan layanan yang terdapat telepon selular yang banyak digunakan oleh masyarakat luas, adapun data-data yang diperlukan dalam koneksi antara telepon seluler dan komputer untuk dapat melakukan pengiriman SMS adalah sebagai berikut:
1. No Telepon Seluler (no telepon pengguna dalam pengiriman SMS)
2. Port Number (Port yang digunakan untuk komunikasi antar aplikasi dengan modem)
3. Baud Rate (Pengaturan kecepatan transfer data dari modem)
4. Data Bits (standar panjang data bit tiap byte untuk komunikasi antara modem dan komputer)
5. Parity (menunjukan pengencekan tipe parity untuk komunikasi antar telepon seluler dan komputer)
6. Stop Bit (menunjukan menspesifikasikan ukuran bit penghentian komunikasi antara telepon seluler dan komputer.)


Analisis Perangkat Lunak
Berdasarkan penjelasan sebelumnya bahwa aplikasi yang akan dirancang adalah suatu aplikasi yang dapat melayani pengiriman Email melalui telepon seluler berbasis SMS serta penerimaan Email melualui telepon seluler berbasi SMS gateway, dimana perangkat lunak yang dibutuhkan akan dianalisis sebagai berikut:
1. Microsoft Windows XP Profesional sebagai Operasi Sistem yang digunakan untuk menjalankan Aplikasi.
2. Microsoft Visual Basic.net sebagai aplikasi yang digunakan dalam membangun aplikasi.
3. MySql Server v.5 sebagai aplikasi yang digunakan untuk membangunn basis data
3.1.5 Analisis Perangkat Keras
Perangkat keras atau hardware merupakan salah satu hal yang harus kita perhatikan, karena tanpa hardware yang memenuhi syarat, aplikasi yang akan kita bangun tidak akan bisa berjalan berikut spesifikasi perangkat keras yang digunakan untuk membangun aplikasi ini:
1. Memory 256MB
2. Processor Intel Pentium III 800MHz
3. Minimum Hard disk 300 MB
4. Video Card 64 MB
5. HandPhone dan Kabel Data
6. SIM Card yang masih Aktif
Sedangkan spesifikasi perangkat keras atau hardware yang dibutuhkan untuk dapat menjalankan aplikasi yang akan dibangun dengan baik adalah sebagai berikut:
1. Memory 512MB
2. Processor Intel Pentium IV 2.4 MHz
3. Minimum Hard disk 500 MB
4. Video Card 64MB
5. HandPhone dan Kabel Data
6. SIM Card yang masih Aktif
3.1.6 Analisis User
Analisis user digunakan untuk mempermudah user berinteraksi dengan aplikasi yang akan dibuat, adapun user yang dapat menggunakan Aplikasi Layanan Pengiriman SMS to Email dan Email to SMS yang dibangun ini adalah user yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi telepon seluler terutama fasilitas pengiriman SMS, serta terbiasa melakukan pengiriman Email.

Perancangan Sistem
Perancangan sistem adalah suatu proses yang menggambarkan bagaimana suatu sistem dibangun untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis. Adapun tahapan yang dilakukan dalam perancangan sistem ini membahas mengenai Perancangan Aliran Data, Perancangan basis data, Perancangan Arsitektur komputer, dan Perancangan Antarmuka.

Perancangan Aliran Data
Perancangan Aliran data bertujuan untuk Mengetahui proses informasi yang mengair melalui perangkat lunak. Untuk menggambarkan perancangan secara umum digunakan alat bantu yaitu Context Diagram (Diagram Konteks) dan Data Flow Diagram (DFD).

Diagram Konteks
Diagram konteks digunakan untuk menggambarkan hubungan antara entitas-entitas yang terdapat diluar sistem dan masukan serta keluaran dari sistem.

PANCASILA

A. Pengertian Pancasila
Pancasila artinya lima dasar atau lima asas yaitu nama dari dasar negara kita, Negara Republik Indonesia. Istilah Pancasila telah dikenal sejak zaman Majapahit pada abad XIV yang terdapat dalam buku Nagara Kertagama karangan Prapanca dan buku Sutasoma karangan Tantular, dalam buku Sutasoma ini, selain mempunyai arti “Berbatu sendi yang lima” (dari bahasa Sangsekerta) Pancasila juga mempunyai arti “Pelaksanaan kesusilaan yang lima” (Pancasila Krama), yaitu sebagai berikut:
1. Tidak boleh melakukan kekerasan
2. Tidak boleh mencuri
3. Tidak boleh berjiwa dengki
4. Tidak boleh berbohong
5. Tidak boleh mabuk minuman keras / obat-obatan terlarang
Pancasila sebagai dasar negara Republik Indonesia ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. sebagai dasar negara maka nilai-nilai kehidupan bernegara dan pemerintahan sejak saat itu haruslah berdasarkan pada Pancasila, namun berdasrkan kenyataan, nilai-nilai yang ada dalam Pancasila tersebut telah dipraktikan oleh nenek moyang bangsa Indonesia dan kita teruskan sampai sekarang.
Rumusan Pancasila yang dijadikan dasar negara Indonesia seperti tercantum dalam pembukaan UUD 1945 adalah:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia
Kelima sila tersebut sebagai satu kesatuan nilai kehidupan masyarakat Indonesia oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dijadikan Dasar Negara Indonesia.

B. Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa Indonesia
Dalam pengertian ini, Pancasila disebut juga way of life, weltanschaung, wereldbeschouwing, wereld en levens beschouwing, pandangan dunia, pandangan hidup, pegangan hidup dan petunjuk hidup. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai petunjuk arah semua semua kegiatan atau aktivitas hidup dan kehidupan dalam segala bidang. Hal ini berarti bahwa semua tingkah laku dan tindakn pembuatan setiap manusia Indonesia harus dijiwai dan merupakan pencatatan dari semua sila Pancasila. Hal ini karena Pancasila Weltanschauung merupakan suatu kesatuan, tidak bisa dipisahkan satu dengan yang lain, keseluruhan sila dalam Pancasila merupakan satu kesatuan organis.
C. Pancasila Sebagai Dasar Negara Republik Indonesia
Pancasila sebagai falsafah negara (philosohische gronslag) dari negara, ideology negara, dan staatside. Dalam hal ini Pancasila digunakan sebagai dasar mengatur pemerintahan atau penyenggaraan negara. Hal ini sesuai dengan bunyi pembukaan UUD 1945, yang dengan jelas menyatakan “……..maka sisusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu udang-undang dasar negara Indonesia yang terbentuk dalam suat susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada…..”
Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara Indonesia mempunyai beberapa fungsi pokok, yaitu:
1. Pancsila dasar negara sesuai dengan pembukaan UUD 1945 dan yang pada hakikatnya adalah sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber tertib hukum. Hal ini tentang tertuang dalam ketetapan MRP No. XX/MPRS/1966 dan ketetapan MPR No. V/MP/1973 serta ketetapan No. IX/MPR/1978. merupakan pengertian yuridis ketatanegaraan
2. Pancasila sebagai pengatur hidup kemasyarakatan pada umumnya (merupakan pengertian Pancasila yang bersifat sosiologis)
3. Pancasila sebagai pengatur tingkah laku pribadi dan cara-cara dalam mencari kebenaran (merupakan pengertian Pancasila yang bersifat etis dan filosofis)

D. Sila – Sila Pancsila
A. Sila Katuhanan Yang Maha Esa
Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan oleh karenanya manuasia percaya dan taqwa terhadap Tuhan YME sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

B. Sila kemanusian Yang Adil dan Beradab
Kemanusiaan yang adil dan beradab menunjang tinggi nilai-nilai kemanusiaan, gemar melakukan kegiatan –kegiatan kemanusiaan, dan berani membela kebenaran dan keadilan. Sadar bahwa manusia adalah sederajat, maka bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkanlah sikap hormat dan bekerja sama dengan bangsa –bangsa lain.

C. Sila Persatuan Indonesia
Dengan sila persatuan Indonesia, manusia Indonesia menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan. Persatuan dikembangkan atas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan bangsa.

D. Sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan
Manusia Indonesia menghayati dan menjungjung tinggi setiap hasil keputusan musyawarah, karena itu semua pihak yang bersangkutan harus menerimannya dan melaksanakannya dengan itikad baik dan penuh rasa tanggung jawab. Disini kepentingan bersamalah yang diutamakan di atas kepentingan pribadi atau golongan. Pembicaraan dalam musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani yang luhur. Keputusan-keputusan yang diambil harus dapat dipertanggung jawabkan secara moral kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjungjung tinggi harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Dalam melaksanakan permusyawaratan, kepercayaan diberikan kepada wakil-wakil yang dipercayanya.

E. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Dengan sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan sosial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam rangka ini dikembangkan perbuatannya yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong.
Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga kesinambungan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.

CINTA TANAH AIR

Bisa dikatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dilahirkan oleh generasi yang mempunyai idealisme cinta tanah air & bangsa, kalau tidak, mungkin saat ini kita bangsa Indoneia masih dijajah oleh Belanda yang luas negaranya dibandingkan pulau Bali saja masih luasan pulau Bali. Kita harus sangat terimakasih kepada para tokoh yang mencentuskan pembentukan organisasi Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908, para pencetus Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, dan para tokoh yang memungkinkan terjadinya proklamasi 17 Agustus 1945. Saya sangat yakin mereka adalah contoh paling pas untuk dijadikan tokoh-tokoh nasionalis tulen yang cintanya pada tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri yang kita harus hormati sepanjang masa.

Bagaimana dengan saat ini, masih adakah diantara kita yang mencintai tanah air dan bangsa melebihi cintanya pada diri sendiri? Atau pertanyaan ini pertanyaan yang cukup bodoh untuk diajukan? Siapa yang masih perlu mecintai tanah air dan bangsa Indonesia? Yang penting asal kita bisa hidup cukup sandang, pangan dan papan sudah cukup, kalau ada kelebihan sedikit untuk bisa jalan-jalan ke mall, makan enak di café, atau pergi karaokean kan sudah cukup, untuk apa mikirin cinta tanah air dan bangsa! Bahkan kalau mungkin bisa punya rumah yang megah, mobil mewah, dan menyekolahkan anak keluar negeri, setiap tahun bisa liburan kemana kita mau pergi kan sudah lebih dari cukup! Tapi masih ada juga dari bangsa kita yang bergulat dengan kemiskinan untuk makan saja susah dan tinggal di rumah yang lebih mirip kandang dari pada disebut rumah, dan jumlahnya juga tidak sedikit bisa mencapai 50 juta jiwa bangsa Indonesia, apakah masih ada perlunya mencintai tanah air dan bangsa?.

Apakah masih relevan kita mencintai tanah air dan bangsa pada zaman globalisasi ini? Bukankah tanah air dan bangsa ini sudah nggak jelas batas-batasnya dengan adanya era globalisasi? Ada internet yang menghubungakan setiap orang untuk bisa berhubungan satu sama lain setiap saat keseluruh dunia. Belum lagi adanya Hand Phone atau kalau diluar negeri lebih dikenal dengan nama Mobile Phone, yang juga kita bisa berhubungan dengan siapapun ke hampir seluruh pelosok dunia. Kalau secara fisik mau bertemu ada yang namanya penerbangan murah yang siap menerbangkan kita kemana saja dengan harga yang murah (bagi yang terjangkau). Kenapa kita mau membatasi hanya tanah air dan bangsa Indonesia saja.

Kita juga bisa bertanya apakah bangsa Amerika, bangsa Jepang, bangsa China, bangsa Singapore (walupun kecil mereka marah kalau tidak disebut Singaporean), bangsa Malaysia, bangsa Korea masing-masing tidak lagi mencintai tanah air dan bangsa mereka sendiri-sendiri toh secara bersama-sama telah menjadi warga dunia. Saya tidak tahu jawabnya, kalau ketemu mereka kita bisa bertanya apakah mereka masih bangga menjadi bangsa mereka sendiri sebagai suatu indikasi bahwa mereka mencintai tanah air dan bangsanya atau lebih bangga menjadi warga dunia? Kita juga bisa bertanya pada diri kita sendiri kita lebih bangga menjadi bangsa Indonesia atau lebih bangga menjadi warga dunia atau mungkin lebih bangga jadi bangsa lain?

Senin, 22 Februari 2010

PUNK


Punk merupakan sub-budaya yang lahir di London, Inggris. Pada awalnya, kelompok punk selalu dikacaukan oleh golongan skinhead. Namun, sejak tahun 1980-an, saat punk merajalela di Amerika, golongan punk dan skinhead seolah-olah menyatu, karena mempunyai semangat yang sama. Namun, Punk juga dapat berarti jenis musik atau genre yang lahir di awal tahun 1970-an. Punk juga bisa berarti ideologi hidup yang mencakup aspek sosial dan politik.

Gerakan anak muda yang diawali oleh anak-anak kelas pekerja ini dengan segera merambah Amerika yang mengalami masalah ekonomi dan keuangan yang dipicu oleh kemerosotan moral oleh para tokoh politik yang memicu tingkat pengangguran dan kriminalitas yang tinggi. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

Banyak yang menyalahartikan punk sebagai glue sniffer dan perusuh karena di Inggris pernah terjadi wabah penggunaan lem berbau tajam untuk mengganti bir yang tak terbeli oleh mereka. Banyak pula yang merusak citra punk karena banyak dari mereka yang berkeliaran di jalanan dan melakukan berbagai tindak kriminal.

Punk lebih terkenal dari hal fashion yang dikenakan dan tingkah laku yang mereka perlihatkan, seperti potongan rambut mohawk ala suku indian, atau dipotong ala feathercut dan diwarnai dengan warna-warna yang terang, sepatu boots, rantai dan spike, jaket kulit, celana jeans ketat dan baju yang lusuh, anti kemapanan, anti sosial, kaum perusuh dan kriminal dari kelas rendah, pemabuk berbahaya sehingga banyak yang mengira bahwa orang yang berpenampilan seperti itu sudah layak untuk disebut sebagai punker.

Punk juga merupakan sebuah gerakan perlawanan anak muda yang berlandaskan dari keyakinan we can do it ourselves. Penilaian punk dalam melihat suatu masalah dapat dilihat melalui lirik-lirik lagunya yang bercerita tentang masalah politik, lingkungan hidup, ekonomi, ideologi, sosial dan bahkan masalah agama.


Gaya hidup dan Ideologi


Psikolog brilian asal Rusia, Pavel Semenov, menyimpulkan bahwa manusia memuaskan kelaparannya akan pengetahuan dengan dua cara. Pertama, melakukan penelitian terhadap lingkungannya dan mengatur hasil penelitian tersebut secara rasional (sains). Kedua, mengatur ulang lingkungan terdekatnya dengan tujuan membuat sesuatu yang baru (seni).

Dengan definisi diatas, punk dapat dikategorikan sebagai bagian dari dunia kesenian. Gaya hidup dan pola pikir para pendahulu punk mirip dengan para pendahulu gerakan seni avant-garde, yaitu dandanan nyleneh, mengaburkan batas antara idealisme seni dan kenyataan hidup, memprovokasi audiens secara terang-terangan, menggunakan para penampil (performer) berkualitas rendah dan mereorganisasi (atau mendisorganisasi) secara drastis kemapanan gaya hidup. Para penganut awal kedua aliran tersebut juga meyakini satu hal, bahwa hebohnya penampilan (appearances) harus disertai dengan hebohnya pemikiran (ideas).

Punk selanjutnya berkembang sebagai buah kekecewaan musisi rock kelas bawah terhadap industri musik yang saat itu didominasi musisi rock mapan, seperti The Beatles, Rolling Stone, dan Elvis Presley. Musisi punk tidak memainkan nada-nada rock teknik tinggi atau lagu cinta yang menyayat hati. Sebaliknya, lagu-lagu punk lebih mirip teriakan protes demonstran terhadap kejamnya dunia. Lirik lagu-lagu punk menceritakan rasa frustrasi, kemarahan, dan kejenuhan berkompromi dengan hukum jalanan, pendidikan rendah, kerja kasar, pengangguran serta represi aparat, pemerintah dan figur penguasa terhadap rakyat.

Akibatnya punk dicap sebagai musik rock and roll aliran kiri, sehingga sering tidak mendapat kesempatan untuk tampil di acara televisi. Perusahaan-perusahaan rekaman pun enggan mengorbitkan mereka.

Gaya hidup ialah relatif tidak ada seorangpun memiliki gaya hidup sama dengan lainnya. Ideologi diambil dari kata "ideas" dan "logos" yang berarti buah pikiran murni dalam kehidupan. Gaya hidup dan ideologi berkembang sesuai dengan tempat, waktu dan situasi maka punk kalisari pada saat ini mulai mengembangkan proyek "jor-joran" yaitu manfaatkan media sebelum media memanfaatkan kita. Dengan kata lain punk berusaha membebaskan sesuatu yang membelenggu pada zamannya masing-masing.


Punk dan Anarkisme

Kegagalan Reaganomic dan kekalahan Amerika Serikat dalam Perang Vietnam di tahun 1980-an turut memanaskan suhu dunia punk pada saat itu. Band-band punk gelombang kedua (1980-1984), seperti Crass, Conflict, dan Discharge dari Inggris, The Ex dan BGK dari Belanda, MDC dan Dead Kennedys dari Amerika telah mengubah kaum punk menjadi pemendam jiwa pemberontak (rebellious thinkers) daripada sekadar pemuja rock n’ roll. Ideologi anarkisme yang pernah diusung oleh band-band punk gelombang pertama (1972-1978), antara lain Sex Pistols dan The Clash, dipandang sebagai satu-satunya pilihan bagi mereka yang sudah kehilangan kepercayaan terhadap otoritas negara, masyarakat, maupun industri musik.

Di Indonesia, istilah anarki, anarkis atau anarkisme digunakan oleh media massa untuk menyatakan suatu tindakan perusakan, perkelahian atau kekerasan massal. Padahal menurut para pencetusnya, yaitu William Godwin, Pierre-Joseph Proudhon, dan Mikhail Bakunin, anarkisme adalah sebuah ideologi yang menghendaki terbentuknya masyarakat tanpa negara, dengan asumsi bahwa negara adalah sebuah bentuk kediktatoran legal yang harus diakhiri.

Negara menetapkan pemberlakuan hukum dan peraturan yang sering kali bersifat pemaksaan, sehingga membatasi warga negara untuk memilih dan bertanggung jawab atas pilihannya sendiri. Kaum anarkis berkeyakinan bila dominasi negara atas rakyat terhapuskan, hak untuk memanfaatkan kekayaan alam dan sumber daya manusia akan berkembang dengan sendirinya. Rakyat mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri tanpa campur tangan negara.

Kaum punk memaknai anarkisme tidak hanya sebatas pengertian politik semata. Dalam keseharian hidup, anarkisme berarti tanpa aturan pengekang, baik dari masyarakat maupun perusahaan rekaman, karena mereka bisa menciptakan sendiri aturan hidup dan perusahaan rekaman sesuai keinginan mereka. Punk etika semacam inilah yang lazim disebut DIY (do it yourself/lakukan sendiri).

Keterlibatan kaum punk dalam ideologi anarkisme ini akhirnya memberikan warna baru dalam ideologi anarkisme itu sendiri, karena punk memiliki ke-khasan tersendiri dalam gerakannya. Gerakan punk yang mengusung anarkisme sebagai ideologi lazim disebut dengan gerakan Anarko-punk.


Punk di Indonesia

Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.

CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi’s, Adidas, Nike, Calvin Klein, dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Berbekal etika DIY, beberapa komunitas punk di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Malang merintis usaha rekaman dan distribusi terbatas. Mereka membuat label rekaman sendiri untuk menaungi band-band sealiran sekaligus mendistribusikannya ke pasaran. Kemudian usaha ini berkembang menjadi semacam toko kecil yang lazim disebut distro.

CD dan kaset tidak lagi menjadi satu-satunya barang dagangan. Mereka juga memproduksi dan mendistribusikan t-shirt, aksesori, buku dan majalah, poster, serta jasa tindik (piercing) dan tatoo. Seluruh produk dijual terbatas dan dengan harga yang amat terjangkau. Dalam kerangka filosofi punk, distro adalah implementasi perlawanan terhadap perilaku konsumtif anak muda pemuja Levi’s, Adidas, Nike, Calvin Klein, shopie martin, darbost dan barang bermerek luar negeri lainnya.

Pengertian Sistem Operasi

Sistem operasi
Dalam Ilmu komputer, Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.
Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masingsoftware tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.